Permadi Arya, Bro Ron dan Sejumlah Perwakilan Lembaga/Ormas, Berdialog Dengan DPP GAMKI, Sikapi Polemik Pernyataan Jusuf Kalla Di Masjid UGM

Media Trans – Menyikapi video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Masjid UGM (Universitas Gadjah Mada) yang menuai polemik, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama lembaga kristen dan organisasi kemasyarakatan lain mengambil sikap tegas.

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.” ujar Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, sebagaimana diungkapkan Sahat dalam pertemuan tadi sore di Sekretariat DPP GAMKI, yang dihadiri juga beberapa lembaga dan influencer seperti Arya Permadi dan Bro Ron.

Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat membacakan tiga poin penting dalam pernyataan pers ini.

Pertama, Menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun. Kedua, Mengecam keras pernyataan Bapak Jusuf Kalla yang menyakiti hati kami umat Kristen dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke-Kepolisian RI,” kata Sahat.

Seusai membacakan tiga poin diatas, Ketua Umum GAMKI Sahat Sinurat dan perwakilan lembaga Kristen dan ormas berangkat dari Sekretariat DPP GAMKI ke Polda Metro Jaya untuk melakukan pelaporan. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*