Handi Irawan Ketum MPK Indonesia Menjadi Dewan Pendidikan Nasional Kemdikdasmen

Media Trans Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia sekaligus CEO Frontier, Handi Irawan D.,, MBA., M.Com resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2026–2031 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, hari ini (13 Maret 2026).

Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2026 tentang Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026–2031.

P menjadi salah satu tokoh yang dipercaya untuk memberikan masukan strategis kepada pemerintah dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional, khususnya di bidang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang bersedia bergabung dalam Dewan Pendidikan Nasional untuk membantu pemerintah memperkuat arah kebijakan pendidikan di Indonesia.

“Kami mengetahui dengan baik bagaimana integritas, kapasitas, dan dedikasi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dalam memajukan pendidikan di Tanah Air kita. Kami sangat berbangga bapak-bapak dan ibu-ibu telah berkenan bergabung bersama kami dalam rangka memajukan pendidikan dasar dan menengah,” ujar Abdul Mu’ti, sebagaimana keterangan disampaikan MPK Indonesia.

Amanat Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional

Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembentukan Dewan Pendidikan Nasional, merupakan langkah penting dalam memperkuat perumusan kebijakan pendidikan.

Meski amanat pembentukan Dewan Pendidikan Nasional telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, lembaga tersebut baru dapat dibentuk saat ini.

Menurut Prof Abdul Mu’ti, Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat menjadi mitra strategis kementerian dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, sekaligus membantu mewujudkan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Kami berharap mendapatkan masukan yang konstruktif agar kami dapat bekerja lebih baik lagi. Banyak hal yang tidak kami ketahui dari belakang meja. Banyak hal yang tidak kami ketahui dari media sosial dan media massa. Karena itu, kami membutuhkan masukan yang benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Melalui peran tersebut, Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat memberikan berbagai masukan strategis, kritik, serta saran yang membantu pemerintah memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak konstitusionalnya untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Peran tersebut sejalan dengan pengalaman Handi Irawan yang selama ini aktif terlibat dalam pengembangan pendidikan di berbagai organisasi dan lembaga pendidikan. Dengan keterlibatan langsung di berbagai ekosistem pendidikan, Handi Irawan diharapkan dapat memberikan perspektif dan masukan yang mencerminkan dinamika nyata di lapangan.

MPK Bersyukur atas Penunjukan Handi Irawan

MPK Indonesia bersyukur atas pelantikan Handi Irawan Djuwadi sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2026–2031. Kepercayaan ini menjadi momentum untuk semakin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.

Selama ini Handi Irawan juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi dan inisiatif pendidikan di tingkat nasional. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK), ia juga merupakan anggota Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Belum lama ini Handi Irawan dipercaya sebagai Dewan Penasihat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI), serta Dewan Kehormatan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) yang menaungi berbagai perguruan tinggi dan sekolah tinggi teologi di seluruh Indonesia.

Kepercayaan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, gereja, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan yang bermutu bagi generasi mendatang.

“Kiranya Tuhan terus menuntun setiap langkah pelayanan dan pengabdian ini, sehingga melalui berbagai peran yang dijalankan dapat semakin membawa berkat bagi dunia pendidikan, gereja, dan Indonesia” tutup keterangan MPK Indonesia. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*