Media Trans – Sidang promosi Doktor Ilmu Politik Pendeta Darwin Darmawan, Sekum MPH PGI, dengan Disertasi berjudul : “Representasi Politik Perempuan Tionghoa Pasca Orde Baru : Studi Kepemimpinan Tjhai Chui Mie (Walikota Singkawang 2017-2022) dan Me Hoa (Ketua DPRD Bangka Tengah 2019-2024)” dengan Promotor: Dr. Sri Budi Eko Wardani, M.Si dan Ko-Promotor: Dr. Phil. Panji Anugrah Permana, M.Si, diadakan Senin 18 Mei 2026 di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung F Lt. 2 Kampus FISIP UI Depok.
Adapun disertasi Darwin Darmawan berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai demokrasi dan representasi politik di Indonesia pasca-Reformasi. Secara formal, demokrasi Indonesia semakin inklusif.
“Kelompok perempuan dan etnis minoritas mulai memperoleh ruang dalam politik. Namun, : apakah kehadiran mereka hanya bersifat dekriptif- simbolik, ataukah benar-benar menghasilkan representasi substantif bagi masyarakat?” demikian disampaikan Darwin Darmawan dalam sidang promosi Doktoralnya.
“Dalam konteks ini, saya menyoroti perempuan Tionghoa Indonesia. Selama ini, studi mengenai representasi politik perempuan Tionghoa cenderung menekankan aspek kehadiran simbolik dalam lembaga politik. Sementara itu, agency politik, strategi navigasi identitas, dan praktik kepemimpinan mereka masih relatif kurang dieksplorasi. Padahal, perempuan Tionghoa mengalami kerentanan berlapis: sebagai perempuan dalam budaya patriarkal, dan sebagai anggota etnis minoritas yang secara historis mengalami diskriminasi politik pada masa Orde Baru.” tandas Darwin Darmawan.
Penelitian disertasi Darwin Darmawan mengajukan pertanyaan utama: bagaimana perempuan Tionghoa menavigasi identitas interseksional mereka dalam praktik politik lokal, dan bagaimana proses tersebut membentuk kepemimpinan serta representasi substantif?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian Darwin Darmawan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap dua tokoh politik lokal, yaitu Tjhai Chui Mie sebagai Wali Kota Singkawang periode 2017–2022 dan Me Hoa sebagai Ketua DPRD Bangka Tengah periode 2019–2024. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen kebijakan dan anggaran daerah.
Darwin dalam penelitian disertasinya mengintegrasikan tiga pendekatan utama dalam ilmu politik dan studi gender, yakni :
Pertama, pendekatan interseksionalitas dari Kimberlé Crenshaw dan Patricia Hill Collins.
Kedua, pendekatan agency dalam politik lokal.
Ketiga, penelitian ini menggunakan konsep ethics of care dari Carol Gilligan dan Joan Tronto.
Temuan Penting Disertasi Darwin Darmawan
Temuan penting dari penelitian Darwin Darmawan adalah, bahwa politik pada dasarnya tidak berhenti pada proses elektoral atau perebutan kekuasaan formal. Politik sesungguhnya adalah relasi sosial sehari-hari yang dibangun melalui kehadiran, kepedulian, responsivitas, dan praktik etis dalam hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
Dalam konteks temuan penelitianya Darwin menyatakan politik tidak hanya berlangsung di ruang parlemen, pilkada, atau institusi formal, tetapi juga dalam praktik keseharian yang membangun kepercayaan sosial secara terus-menerus.
Penelitian Darwin Darmawan menunjukkan bahwa praktik politik relasional tersebut tidak lahir secara kebetulan. Ia berakar pada pengalaman kerentanan identitas interseksional kedua aktor sebagai perempuan dan etnis Tionghoa.
Pengalaman historis sebagai kelompok yang pernah mengalami subordinasi, stereotip, dan ketidakpercayaan sosial membentuk sensitivitas tertentu terhadap pentingnya relasi sosial, penerimaan publik, dan kebutuhan membangun kepercayaan secara berkelanjutan, urai Darwin Darmawan lebih lanjut.
Analisis Dua Kasus Penelitian Disertasi
Melalui analisis terhadap kedua kasus, penelitian Darwin Darmawan ini menunjukkan bahwa interseksionalitas tidak menghasilkan pola kepemimpinan yang tunggal. Posisi identitas yang sama dapat melahirkan variasi praktik kepemimpinan tergantung konteks politik lokal, struktur peluang, serta relasi kekuasaan yang dihadapi.
Karena itu, kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pengalaman marginalitas tidak hanya membatasi aktor politik minoritas, tetapi juga dapat membentuk orientasi kepemimpinan yang responsif dan inklusif.
“Secara teoretis, penelitian ini mengembangkan pemahaman baru mengenai hubungan antara interseksionalitas, ethics of care, dan representasi politik. Selama ini, interseksionalitas sering dipakai untuk menjelaskan marginalisasi struktural. Penelitian ini menunjukkan bahwa posisi interseksional juga dapat menjadi sumber agency dan legitimasi moral dalam praktik politik lokal” jelas Darwin Darmawan.
Selain itu, penelitian Darwin Darmawan juga memperluas konsep ethics of care. Care dalam politik tidak selalu tampil dalam bentuk yang harmonis dan lembut, tetapi dapat mengambil bentuk yang tegas, konfrontatif, maupun negosiatif sesuai konteks sosial-politik yang dihadapi pemimpin perempuan minoritas.
Secara empiris, penelitian Darwin Darmawan memperlihatkan bahwa demokrasi lokal Indonesia pasca-Reformasi membuka peluang baru bagi kelompok minoritas, untuk memasuki arena politik formal. Namun, keberhasilan tersebut tidak terjadi secara otomatis. Ia membutuhkan strategi navigasi identitas, kemampuan membangun relasi lintas komunitas, serta praktik kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan sosial.
“Disertasi ini menegaskan bahwa representasi politik perempuan Tionghoa tidak dapat dipahami hanya sebagai simbol keberagaman. Mereka bukan sekadar ornamen demokrasi. Melalui praktik kepemimpinan sehari-hari, mereka menunjukkan bagaimana pengalaman sebagai kelompok yang pernah dimarginalkan dapat melahirkan praktik kekuasaan yang lebih relasional, inklusif, dan berorientasi pada kepedulian sosial.” tandas Darwin Darmawan.
Sekilas Mengenal Pdt Darwin Darmawan
Pdt Darwin Darmawan Menikah dengan Audrey Octaviany 22 September 2007, dikaruniai 2 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Jenjang pendidikan akademik yang telah ditempuh Darwin Darmawan :
• S1 Teologi: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta
• S2 Master of Arts (MA) dalam Religious Studies: Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (melalui program CRCS)
• S2 Magister Teologi (M.Th): Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta
• S3 Doktor Ilmu Politik (Dr): FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok
Adapun saat sidang promosi Doktor Pdt Darwin Darmawan, turut hadir sejumlah tokoh, rekan sejawat, dan keluarga, seperti diantaranya Ketua Yayasan UKI Dr. David Tobing, Sekum BPMS GKI Pdt Suhud Setyo Wardono, dan yang lainnya. (DED)

Be the first to comment