Rektor UKI 2026-2030 Prof Angel Damayanti, Dari UKI Unggul Kini UKI EMAS

Media TransUniversitas Kristen Indonesia (UKI) melakukan gebrakan jelang Hari Valentine, yakni pada 13 Februari 2026, UKI resmi memulai babak baru dalam hal kepemimpinan universitas.

Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) telah menetapkan dan melantik Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., sebagai Rektor UKI periode 2026-2030, ini kali pertama perempuan menjadi Rektor UKI hasil pemilihan.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Yayasan UKI Dr. David Maruhum Lumban Tobing di Auditorium Grha William Soerjadjaya, Jakarta. Sebelumnya diawali ibadah dengan pelayan firman Pdt Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D yang juga Ketua STFT Jakarta.

Pembacaan surat keputusan disampaikan Sekretaris YUKI Prof. Ir. Anthony Sihombing, MPD., Ph.D. prosesi pelantikan dilanjut dengan pengucapan sumpah/janji jabatan oleh Prof. Angel Damayanti, didampingi Pdt. Esther Rela Intarti, M.Th, pendeta kampus UKI, dan diakhiri penandatangan berita acara serta pakta integritas.

Pelantikan Rektor UKI Prof Angel Damayanti, turut dihadiri sejumlah kolega Prof Angel dari berbagai instansi, seperti STIN, PTIK, BNPT, TNI, POLRI, LLDIKTI Kemdiktisaintek, PGI, PIKI, pimpinan perguruan tinggi lainnya, dan ratusan tamu undangan lainnya, termasuk alumni UKI yang juga mantan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Prof. Angel bukan figur akademisi biasa-biasa, dia pernah menjabat Dekan FISIPOL dan juga Wakil Rektor, pakar keamanan global, dan sebagai Panelis Debat Capres 2024.

Sebagai alumni Hubungan Internasional UKI, perjalanan Prof. Angel dari mahasiswa hingga menjadi Guru Besar dan kini Rektor adalah bukti nyata kualitas kaderisasi di kampus legendaris ini. Dia sering menjadi rujukan bagi berbagai kementerian dan forum diplomatik internasional.

Dari UKI Unggul Menjadi UKI EMAS

Saat konferensi pers, Rektor UKI Prof Angel mengemukakan bahwa dirinya untuk menghadapi tantangan AI, kepemimpinanya akan menggunakan Strategi UKI EMAS, hal ini terinspirasi kelanjutan kepemimpinan sebelumnya yakni UKI Unggul.

Prof. Angel menjelaskan bahwa, EMAS tidak sekedar bermakna UKI bernilai tinggi, tapi juga itu singkatan dari visi operasional kepemimpinannya EMAS : Empowerment, Meaningful, Agile, Sustainable.

Dalam pidato perdananya, dia menegaskan bahwa kepemimpinan ini adalah panggilan pelayanan yang sejalan dengan motto kampus, Melayani, bukan dilayani.

“UKI tidak hanya mengejar peringkat, tetapi makna,” jelas Prof. Angel dibalik visi EMAS.

Prof. Angel akan fokus terhadap empat pilar utama : penguatan SDM dengan meningkatkan kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. UKi memberi manfaat nyata melalui riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung. Kemudian transformasi digital dengan percepatan teknologi digital secara bertanggung jawab. Untuk keberlanjutan, membangun eco-smart campus yang peduli lingkungan dan stabil secara finansial.

Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, menurut Prof Angel UKI terus memperkuat posisi sebagai kampus unggul berakreditasi nasional dan internasional. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa UKI semakin berdampak bagi gereja, bangsa, dan dunia.

Dukungan PGI

Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty menyambut baik dan mengapresiasi Prof Angel Damayanti sebagai Rektor UKI. Menurutnya ini menandakan era kepemimpinan perguruan tinggi yang tidak lagi male domination.

“Ini memberikan sebuah model dan kepemimpinan yang menarik. UKI tidak lagi dominasi laki-laki , melainkan sudah bergerak menuju perubahan yang ditandai dengan pengukuhan Prof Angel hari ini,” ujar Pdt Jacky.

Pdt. Jacky menambahkan bahwa PGI memberikan dukungan sepenuhnya kepada Prof. Angel Damayanti, sebagaimana hal yang sama juga kepada Dr. Dhaniswara K Harjono.

“Karena bagaimanapun juga UKI lahir dari kandungan persekutuan gereja-gereja di Indonesia. Ketika awal terbentuknya itu, pembentukan UKI itu terjadi pada Sidang Raya kedua, DGI saat itu, sebagai panggilan dan pelayanan gereja-gereja di dunia pendidikan di Indonesia,” jelas Pdt Jacky.

Label Kristen pada UKI harus sungguh-sungguh dicerminkan, sehingga atau secara signifikan membedakan UKI dengan universitas-universitas sekuler yang lain. Salah satu yang membedakan adalah kepemimpinan yang melayani, sebagaimana motto UKI.

Pdt Jacky pun berharap UKI bisa menjadi laboratorium untuk berbagai kajian sosial kemasyarakatan, dan kebangsaan, yang dibutuhkan PGI untuk mengkanalkan, menyuarakan konsen PGI terhadap isu-isu yang juga menjadi perhatian dan pengabdian bersama.

Pdt Jacky meyakini kedepan akan berjalan sinergitas antara UKI dengan PGI. “Kebetulan Prof Angel juga masuk sebagai anggota Komisi Papua di PGI, sehingga akan memudahkan dalam koordinasi,” ujar Pdt Jacky.

Selain itu, dirinya berharap UKI bisa menjadi laboratorium untuk kajian sosial kemasyarakatan dan kebangsaan yang dibutuhkan oleh PGI untuk dapat menyuarakan konsep terhasap isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Pdt. Jacky Manuputty menambahkan bahwa PGI memberikan dukungan sepenuhnya kepada Prof. Angel Damayanti, sebagaimana hal yang sama juga kepada Dr. Dhaniswara K Harjono. “Karena bagaimanapun juga UKI lahir dari kandungan persekutuan gereja-gereja di Indonesia. Ketika awal terbentuknya itu, pembentukan UKI itu terjadi pada Sidang Raya kedua, DGI saat itu, sebagai panggilan dan pelayanan gereja-gereja di dunia pendidikan di Indonesia,” terang Pdt Jacky.

Dukungan Keluarga

Ibunda Prof Angel, Pdt Dr. Sarah Fifi, yang adalah hamba Tuhan senior mengaku bangga atas kepercayaan kepada putrinya menjadi Rektor.

“Ini kasih karunia Tuhan yang luar biasa kepada Angel,” ujarnya.

Akan tetapi harus disadari tanggung jawab yang diemban cukup berat, terlebih dalam membawa UKI dari label ‘Unggul’ menjadi ‘Emas’.

“Butuh anugerah Tuhan, dukungan doa dan pemikiran dari semua pihak sehingga Angel bisa merealisasikan visinya tersebut,” ujar Pdt Sarah Fifi.

Sebagai ibunya, saya tentu selalu mendukung dia dalam doa. “Kalau Tuhan yang memilih, maka Tuhan juga yang akan memampukan Angel memparipurnakan pengabdiannya di UKI,” tandas Pdt Sarah Fifi.

Pdt Sarah mengisahkan, sosok Angel dikenal sebagai seorang pembelajar dan pemikir. “Angel orangnya tekun, disiplin, dan tegas. Dia tidak main-main untuk apa yang diperkatakannya. Dia seorang pekerja keras, memiliki niat kuat, serta hati yang senang berbagi,” ungkapnya.

Dikisahkan, untuk membiayai kuliahnya, Angel memberikan les privat kepada anak-anak sekolah. Begitu juga dia membidani lahirnya Renungan Harian Pijar bagi kaum profesional. Dirinya juga getol melakukan riset saat menulis thesis dan disertasinya. “Semua dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab dan penyerahan pada Tuhan. Dia juga sayang sama orangtua dan saudara-saudaranya” kisah Pdt Sarah Fifi.

Pdt Sarah Fifi mengemukakan bahwa keluarga, termasuk Suami Prof Angel mendukung penuh keterpilihan Prof Angel sebagai Rektor. Pdt Sarah Fifi berharap Angel menjaga kesehatan dan bisa memilah mana yang penting dan kurang penting. “Kami keluarga besarnya begitu mensupport Angel untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan UKI,” tutup Pdt Sarah Fifi yang ditemui usai pelantikan. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*