Ketua Umum PIKI Badikenita Putri Sitepu Berharap Kongres VII PIKI Melanjutkan Kesinambungan Program

Media Trans DPP Persatuan Intelligensia Kristen Indonesia (PIKI) bersiap melaksanakan Kongres VII, yang diadakan pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di dua tempat, yakni Lumire Hotel dan Gran Melia Hotel, Jakarta.

Tema Kongres VII adalah “Menyongsong Masa Depan yang Kokoh”, yang terinspirasi dari Amsal 23:18. Tema tersebut diharapkan menjadi refleksi sekaligus arah strategis PIKI dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa, demikian disampaikan DPP PIKI dan Panitia Kongres VII PIKI saat Konferensi Pers di Gran Melia Hotel Jakarta, Selasa 28 April 2026.

Hadir dalam konferensi pers: Ketua Umum DPP PIKI Dr. Badikenita Putri Sitepu, Sekjen Dr. Audy WMR Wuisang, Ketua Panitia Kongres Dr (Cand) Benyamin Patondok, Dewan Pakar Dr. Pos Hutabarat, Dewan Penasehat Dr. Pasti Tampubolon, dan Firman J. Daely.

Pada Kongres VII PIKI tahun 2026 ini, akan hadir 200 peserta dari 29 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) definitif seluruh Indonesia.

DPP PIKI Berkesinambungan 2015-2026

“Selama lima tahun terakhir, PIKI membangun kerja sama dengan lembaga intelektual lintas agama. Hal ini tercermin dari keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan seperti Dies Natalis, pelatihan, hingga refleksi awal tahun,” dikatakan Ketum PIKI Putri Sitepu periode 2021-2026, yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua Umum DPP PIKI periode 2015-2020 dengan Ketua Umum saat itu Baktinendra Prawiro dan Sekum Audy WMR Wuisang.

Putri Sitepu menandaskan program kerja PIKI saat ini, tidak berdiri sendiri, harus dilihat sebagai kesinambungan dari periode sebelumnya, yakni 2015-2020 hingga kini.

“PIKI harus dilihat sebagai satu kesatuan perjalanan dari 2015 hingga 2026, dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah,” terang Putri Sitepu yang juga Ketua Komite II DPD RI, asal dapil Sumatera Utara.

DPP PIKI pada periode 2015-2020 mengalami kendala terjadinya pandemi Covid-19, yang menerapkan peraturan pembatasan pertemuan fisik, sehingga DPP melakukan banyak penyesuaian agar konsolidasi tetap berjalan.

Ketua Umum PIKI Badikenita Putri Sitepu mengharapkan Kongres VII PIKI, menghasilkan kepengurusan yang dapat meneruskan kesinambungan.

PIKI Bergerak Secara Pemikiran dan Kajian

Putri Sitepu yang kiprahnya di PIKI dimulai dari pengurus PIKI di Sumatera Utara, mengemukakan PIKI mengambil peran melalui jalur pemikiran, kajian, seminar, pelatihan, dan penyampaian gagasan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

“PIKI ini bergerak melalui inteligensia. Kita memberikan kontribusi pemikiran dan menyampaikannya kepada pemerintah,” ujar alumni Lemhannas RI.

Selain itu, lanjut Putri Sitepu yang juga akademisi, PIKI aktif membangun kerja sama lintas organisasi cendekiawan keagamaan. Putri menyebut PIKI selama ini berjalan bersama organisasi cendekiawan dari berbagai agama dalam membahas isu kebangsaan, kerukunan, dan persoalan sosial.

DPP PIKI Konsisten Pembenahan Internal

DPP PIKI konsisten melakukan pembenahan internal organisasi melalui restrukturisasi dan revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Langkah ini telah dimulai sejak Kongres V saat kepemimpinan Ketua Umum Baktinendra Prawiro.

Menurut Putri, upaya pembenahan terus berlanjut hingga saat ini, termasuk melalui konsolidasi organisasi dengan pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di berbagai provinsi.

“DPP PIKI telah melantik sejumlah pengurus DPD dan DPC di kantor pemerintahan daerah. Ini menjadi bentuk pengakuan legitimasi PIKI sebagai wadah inteligensia Kristen,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan organisasi tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas kepengurusan. Seluruh pengurus daerah yang dilantik telah terdaftar secara resmi di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Sementara itu, Sekjen PIKI, Audy Wuisang, memaparkan perkembangan struktur organisasi. Ia menyebutkan jumlah DPD definitif kini mencapai 29 wilayah, meningkat dari sebelumnya 23 DPD definitif dan 7 DPD caretaker.

“Kongres akan dilaksanakan pada 30 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan Study Meeting berupa seminar kajian strategis pada Kamis pagi, 30 April, di Lumire Hotel & Convention Center. Seminar ini merupakan roh dari PIKI sebagai wadah pemikir,” ujar Audy..

Ketua Panitia Kongres VII PIKI Benyamin Patondok mengatakan rangkaian Kongres VII PIKI akan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan akan diawali dengan study meeting di Hotel Lumiere, Jakarta, pada 30 April pagi.

“Forum tersebut akan membahas tiga isu utama, yakni energi, ketahanan pangan, dan peningkatan sumber daya manusia. Benyamin berharap pembahasan itu menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah. Kami akan memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah, melalui hasil kajian dan diskusi,” jelas pria akrab disapa Bento.

Lebih lanjut Ketua Panitia Kongres VII PIKI, Benyamin Patondok, menyampaikan bahwa pembukaan Kongres VII PIKI pada 30 April 2026 malam, bertempat di Hotel Gran Melia Jakarta Selatan, akan dibuka oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sedangkan agenda pemilihan Ketua Umum dan Sekjen, akan dilangsungkan pada 1 Mei 2026, dan direncanakan setelah kongres, DPP PIKI akan menghadap Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan hasil-hasil Kongres. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*