Media Trans – Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia (MPK Indonesia) organisasi yang berdiri pada 5 Juni 1950, pada awalnya bernamakan Majelis Pusat Pendidikan Kristen di Indonesia (MPPK Indonesia), dirancang sebagai wadah pemikiran strategis dan penggagas visi pendidikan Kristen di Indonesia. MPK secara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga, baik dari kalangan gerejawi, swasta, maupun pemerintah, guna mengoptimalkan kontribusi umat Kristen dalam dunia pendidikan.
Saat ini MPK Indonesia dipimpin oleh kepengurusan periode 2022 – 2027 Kongres XVII MPK Tahun 2022, Bali, dengan Ketua Umum Handi Irawan Djuwadi, MBA., M.Com dan Sekum Dr. Drs. Jopie J.A. Rory, SH., MH.
MPK Indonesia menetapkan Visi 2030, mempercepat terjadinya transformasi sekolah Kristen di Indonesia, melahirkan lulusan siswa yang unggul, adaptif, mampu memimpin pemberi dampak positif dan berkarakter Kristiani.
HUT ke-76, MPK Indonesia Gelar Seminar dan Perayaan
Dalam rangka HUT ke-76 MPK Indonesia, pada 5 Juni 2026 bertempat di Gereja Kristen Indonesia Bungur Jl Bungur Besar Raya No 84 Jakarta Pusat, melaksanakan perayaan HUT yang diawali dengan Seminar Nasional bertajuk “Fructus In Attum: Transformasi Sekolah Kristen” mengundang hadir narasumber : Ketua Umum MPK Indonesia Handi Irawan dan Ketua Sinode Gereja Toraja Pdt. Dr. Alfred Y.R Anggui, M.Th, dilanjutkan dengan Ibadah Syukur HUT ke-76 dilayani oleh Pdt. Cordelia Gunawan, M.Th Ketua Sinode Wilayah GKI Jabar.
Hadir dalam kegiatan perayaan HUT ke-76 MPK Indonesia, diantaranya Sekum PGI Pdt. Dr. Darwin Darmawan, jajaran pengurus MPK Indonesia seperti Ketua Umum MPK, Sekum MPK, Bendum MPK drh. Suhartono, MM, M.Vet., CAT., CSA, Wakil Sekum MPK Wahidin Wardiman, ST, Dewan Kehormatan MPK Mayjend TNI (Purn.) Drs. Christian Zebua, MM, Badan Pengawas MPK Ir David Tjandra, perwakilan MPKW, Ketua Pengurus LBH Justice Nusantara MPK Ivan R. Luntungan, SH., MH., MM, Pdt. Em. Dr. Robby I. Chandra, utusan pengurus yayasan/ sekolah anggota MPK Indonesia, perwakilan tenaga pendidik, tamu istimewa Dr. Janet Neeson (ACSI, Association of Christian Schools International), stakeholder sekolah kristen seperti perwakilan sinode/ lembaga pelayanan kristen, serta pimpinan yayasan/sekolah kristen anggota MPK Indonesia.
Ketua Umum MPK Handi Irawan dalam seminar menyampaikan paparan “ Masa Depan Sekolah Kristen di 2030: Membaik atau Memburuk?” topik yang menggugah peserta tentang realitas dan tantangan pendidikan dan sekolah kristen di Indonesia.
Bagi Handi, yang saat ini juga menjadi anggota Dewan Pendidikan Nasional Kemdikdasmen RI, juga Anggota Dewan Perguruan Tinggi (DPT), dan Ketua Komisi Riset Pengembangan Inovasi Kendiktisaintek RI, topik yang dibawakan tidak sekadar retorika, melainkan sebuah peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan Kristen.
Handi menegaskan tantangan besar yang dihadapi sekolah Kristen, revolusi teknologi, kemajuan kecerdasan buatan (AI), perubahan karakter generasi muda, hingga meningkatnya persaingan dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta unggulan lainnya.
“Ancaman terbesar bukan hanya berkurangnya jumlah siswa, tetapi hilangnya relevansi sekolah Kristen di tengah perubahan zaman,” tandas Handi yang juga Ketua Bilangan Research Center.
Handi mengemukakan data dari sekitar empat juta anak kristen di Indonesia, kurang dari satu juta yang saat ini mengenyam pendidikan di sekolah kristen. Data tersebut, lanjut Handi, menjadi sinyal serius bahwa sekolah kristen perlu melakukan pembaruan secara menyeluruh, agar tetap menjadi pilihan masyarakat, juga menyoroti persoalan kualitas dan ketersediaan tenaga pendidik. Meski jumlah lulusan sekolah tinggi teologi terus bertambah, kebutuhan guru mata pelajaran yang kompeten masih belum terpenuhi secara optimal, tandas Handi.
MPK mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada sekolah swasta kristen, termasuk dalam aspek pembiayaan, pengembangan SDM, serta peningkatan mutu pendidikan.
“Usia MPK genap 76 tahun bukan alasan untuk berpuas diri. Fokus kita harus pada kualitas, keinginan, dan kemampuan menjawab tantangan masa depan,” jelas Handi.
Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Anggui menyampaikan materi “Strategi dan Roadmap Transformasi Sekolah YPKT Gereja Toraja” sharing proses transformasi sekolah kristen di Toraja, yang berawal dari perjalanannya bersama James Riady pengusaha Lippo Grup ke suatu sekolah dipedalaman Papua.
Alfred melihat transformasi pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun gedung atau memperbaiki administrasi. Perubahan harus dimulai dari kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi yang sehat, kualitas guru yang terus berkembang, serta kesamaan visi pendidikan yang jelas bagi semua stakeholder.
“Kunci perubahan ada pada manusianya. Ketika kepala sekolah dan guru memiliki visi serta keberanian untuk berubah, sekolah yang hampir mati pun bisa bangkit kembali,” kata Pdt. Alfred.
Pdt Alfred mempresentasikan perkembangan kebijakan transformasi sekolah, yang dilakukan dan didukung penuh Sinode Gereja Toraja dan stakeholder pendidikan, kini telah memperlihatkan hasil yang positif, tidak sekedar perubahan fisik, tetapi juga semangat jemaat dan masyarakat untuk meraih pendidikan yang lebih baik, semakin meningkat.
Pdt Cordelia Gunawan Ketua Sinwil GKI Jabar, saat menyampaikan renungan reflektif HUT ke-76 berjudul “Turut Ambil Bagian Dalam Karya Allah Mentransformasi Sekolah Kristen di Indonesia” bersumber dari kisah dalam Injil Markus 2 ayat 1-12, yakni saat Yesus datang ke Kapernaum, ada seorang yang sudah lama lumpuh, dibawa 4 temannya bertemu untuk memohon kesembuhan, totalitas upaya teman-temannya atas perkenan belas kasih Yesus membuahkan hasil kesembuhan.
Pdt Cordelia menandaskan bahwa realitas masalah sekolah-sekolah kristen bagaikan ‘Si Lumpuh’ yang membutuhkan dukungan teman-teman yang perduli untuk pemulihan kondisi.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Suwarsono, menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru melalui program sertifikasi. Disampaikannya, sepanjang 2025 Kementerian Agama telah melaksanakan sertifikasi bagi sekitar 10 ribu guru agama. Pemerintah juga menargetkan tambahan 16 ribu guru dan 10 ribu guru lainnya untuk mengikuti program serupa, bergantung pada kondisi fiskal nasional.
Suwarsono mengapresiasi kolaborasi selama ini antara Ditjen Bimas Kristen dengan MPK Indonesia, secara khusus dalam hal pembinaan guru agama serta pengawasan pendidikan Kristen.
“Pemerintah berharap sinergi tersebut semakin diperkuat agar kualitas sekolah Kristen, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil, dapat terus meningkat. Kami ingin sekolah Kristen semakin maju, sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin masa depan,” jelas Suwarsono.
Dr Janet Neeson yang merupakan putri pendiri ACSI (Association of Christian Schools International) mitra kolaborasi MPK Indonesia terkait publikasi, training, kurikulum, sertifikasi dan akreditasi guru dan sekolah anggota MPK, menyampaikan apresiasi atas kinerja publikasi, training, kurikulum, sertifikasi dan akreditasi. dalam melakukan transformasi pendidikan/sekolah kristen di Indonesia.
Kemeriahan perayaan HUT ke-76 MPK Indonesia, juga diramaikan dengan tarian yang ditampilkan anak-anak dari Sekolah kristen Saint John di Jl Bungur Besar No 82A Jakarta Pusat. (DED)

Be the first to comment