Media Trans – Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499 pada Senin 22 Juni 2026, menjadi narasumber dalam program siaran OBSESI Fenomena Sosial RPK FM Jakarta 96.30.
Diana Dewi mengemukakan bahwa saat ini, pada HUT ke-499, dan menuju 5 Abad, Jakarta akan menjadi Kota Global, Pemprov sedang melakukan banyak revitalisasi, termasuk proyek-proyek besar yang ada di kawasan Kota Tua, Blok M, Sudirman-Thamrin, Mangga Dua, dan lainnya.
“Jangan revitalisasi ini bagi UMKM menjadi pedang bermata dua. bisa naik kelas tapi bisa juga ke gusur. Harapannya dengan revitalisasi, UMKM bisa naik kelas, jangan ke gusur karena bisa jadi mati” ujar Diana yang juga CEO PT. Suri Nusantara Jaya grup.
“KADIN DKI berusaha meningkatkan kreativitas dan inovasi UMKM, banyak melakukan pelatihan dan kurasi, agar tahu apa yang dapat dibantu, kami fasilitasi permodalannya, atau marketnya, jangan revitalisasi membuat UMKM tergusur” tambah Diana.
“Pemerintah DKI Jakarta tidak akan bisa menjadi Kota Global, kalau tidak berpihak terhadap pada pengusaha-pengusaha kecil” tandas Diana.
Diana juga menekankan pentingnya ekosistem digital dan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro.
KADIN dan MBG
Menurut Diana, pada awalnya pembuatan dapur MBG di Jakarta dilakukan oleh Kepolisian, TNI, dan KADIN, dengan pembiayaan langsung oleh pemerintah, pembiayaan dari Presiden.
“KADIN mendapat tugas ikut membantu program MBG berjalan lebih cepat, tidak hanya di Jakarta, juga didaerah 3T. Khusus dapur MBG di Jakarta, kami KADIN memfasilitasi anggota membangun SPPG, selain itu kami punya display khusus yang dinamakan Display KADIN, yang berada di Kemang, agar dapat dilihat masyarakat bahwa KADIN DKI Jakarta turut mendukung pelaksanaan program pemerintah” ujar Diana.
Diana juga mengulas masalah pengelolaan SPPG yang belakangan marak viral.
“Apabila pengelolaan (SPPG) nya sesuai SOP, tidak ada hal yang terjadi seperti sekarang marak di media. Kami buat SPPG ini tidak berorientasi pada bisnis, kami benar-benar punya yayasan yang tidak ada keterkaitan dan kedekatan sebagainya, kami berdasar SOP. SPPG ini layak dijalankan secara misi sosialnya, dan tidak bicara bisnisnya, walaupun tidak bisnis tapi tidak merugikan” terang Diana.
Diana Dewi belum lama ini mendapat penghargaan gelar bangsawan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) dari Keraton Surakarta Hadiningrat, atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan ekonomi, budaya, serta masyarakat. (DED)

Be the first to comment