Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati Pdt. Dr. Martongo Sitinjak Resmi Membuka Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati 2026

Media Trans – Gereja HKBP Ressort Kramat Jati Jakarta Timur, sejak 6 Juli 2025 memiliki Pendeta Ressort baru, yakni Pdt Dr. Martongo Sitinjak.

Pdt Martongo Sitinjak dibantu 4 orang Pendeta Fungsional, yakni Pdt. Eben Sihardo Simanjuntak, M.Th, Pdt. Parningotan Siahaan, Pdt. Filemon Fridesliantro Sigalingging, S.Th, Pdt. Pontius Ch. Siregar, M.Div (kini bertugas sebagai Uluan Huria di HKBP Kampung Gedong yang berada dalam naungan HKBP Ressort Kramat Jati), serta Pdt. Basa R. Hutabarat, M.Min istri Pdt Martongo yang turut ambil bagian mendukung pelayanan di HKBP Kramat Jati.

HKBP Kramat Jati belum lama ini telah melakukan Pembekalan Parhalado dan Calon Sintua, pada 21 Februari 2026, pembekalan intensif bagi 81 orang Parhalado (Majelis) dan Calon Sintua diadakan Wisma Kinasih Conference & Ressort, serta mengirim utusan mengikuti Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu HKBP pada bulan Juni 2026.

Jambore ASM 2026 HKBP Kramat Jati

Pada momentum liburan sekolah saat ini, HKBP Kramat Jati untuk kali pertama HKBP Kramat Jati mengadakan Jambore Anak Sekolah Minggu lingkup HKBP Kramat Jati.

Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati 2026 dilaksanakan sejak 30 Juni hingga 3 Juli 2026 di areal gereja, dan dibuka resmi oleh Pendeta Ressort Pdt Martongo Sitinjak melalui suatu ibadah pada 30 Juni 2026 pagi.

Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026 didukung oleh Dit Bekang TNI AD yang menyediakan 5 tenda besar, yang didirikan di areal gereja, terbagi 3 tenda untuk putri dan 2 tenda putra. Setiap tenda berisikan sekitar 20 velbed tempat tidur, dilengkapi dengan kipas penyejuk ruangan, dispenser minum, dan kelengkapan lainnya, demikian informasi diperoleh dari Ketua Panitia Ida Rotua Siregar.

113 ASM Ikut Jambore

Jambore ASM HKBP Kramat Jati yang bertemakan “We Are Wonderful Creations of God” dimulai pada 30 Juni 2026, diikuti 113 orang Anak Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati, diantaranya ada anak berkebutuhan khusus, dengan didampingi dua puluhan remaja sebagai konselor, mereka sejak pagi sudah hadir untuk mengikuti pembukaan Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati 2026 dan rangkaian kegiatan hari I jambore.

ASM HKBP Kramat Jati peserta Jambore 2026, mengikuti rangkaian kegiatan selama 4 hari, menginap di 5 tenda dan beraktivitas sehari-harinya secara mandiri, seperti mandi, tidur, mencuci peralatan makan, dsb tidak didampingi atau disertai orangtua/keluarga, demikian rangkuman penjelasan dari pihak gereja dan panitia.

Sesi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi

Sebelum pembukaan Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026, pada 30 Juni 2026 pukul 9.30 peserta jambore mendapatkan pembekalan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana gempa bumi, materi disampaikan Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Michael Sitanggang, S.STP., M.Si.

Michael tidak sekedar menyampaikan sejumlah informasi sederhana yang dapat dipahami anak-anak, tetapi juga mengajak mereka memperagakan tips bila mengalami gempa bumi.

“Disini ada contoh kursi, kursi ini adik-adik, bisa digunakan untuk melindungi diri ketika gempa. Caranya, adik-adik berlindung dibawahnya” ujar Michael.

Lebih lanjut Michael menjelaskan bahwa yang harus dilindungi itu bagian kepala dan batang leher. Michael juga memeragakan bagaimana melindungi kepala dan batang leher dengan kedua tangan, selain itu dia menjelaskan selain kolong kursi, kolong meja juga bisa menjadi tempat berlindung.

Dipenghujung paparan, Michael menyerukan slogan yang dapat diingat anak-anak untuk kesiapsiagaan gempa, yakni “Drop, Cover, and Hold on” artinya merunduk, berlindung, dan bertahan.

Pdt Martongo Sitinjak: Jambore ASM Multiefek

Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati Pdt Martongo Sitinjak, usai pembukaan jambore, diruang kerjanya berkenan menerima media berbincang-bicang seputar jambore.

Pdt Martongo mengatakan bahwa “Jambore ASM ini kami disain untuk membina anak-anak sekolah minggu, membangun karakter kristiani, beriman teguh pada Yesus, mencintai sesama, dan peduli dengan lingkungan”.

Pdt Martongo juga menandaskan bahwa melalui Jambore ASM ini, anak-anak memperdalam pengetahuan Alkitab, terutama supaya moral anak-anak sekolah minggu tangguh menghadapi tantangan jaman.

Berbagai aktivitas yang harus dijalani peserta Jambore, dimaksudkan juga untuk menggembleng jiwa kepemimpinan anak-anak, baik itu aktivitas dalam tenda, interaksi sehari-hari, dan yang lainnya.

Pdt Martongo juga menambahkan penjelasan bahwa Jambore ASM juga didisain multiefek, walau targetnya anak sekolah minggu, tapi juga menjangkau remaja agar menjadi remaja yang tangguh dan bertanggung jawab, dengan memberikan kesempatan dan membekali para remaja sebagai konselor jambore. 22 orang remaja telah dipersiapkan dan dibekali kemampuan menjadi konselor jambore.

Pdt. Pontius Ch. Siregar, M.Div yang turut mendampingi Pdt Martongo, menambahkan informasi seputar jambore.

Pdt Pontius mengutarakan bahwa orangtua merespon baik adanya jambore, walau semula diperkirakan sekitar 250 anak akan ikut, ternyata 113 anak yang menjadi peserta, namun demikian hal tersebut merupakan pencapaian yang luarbiasa.

“Catatan yang terpenting adalah orangtua mempercayakan melepas anak-anaknya kepada kami disini selama 4 hari” tandas Pdt Pontius.

Kesiapan Pelaksanaan Jambore

Kesiapan pelaksanaan Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026 disampaikan oleh Ketua Panitia Jambore Ida Rotua Siregar, dan St Dosmauli Napitupulu yang turut membantu mempersiapkan pelaksanaan jambore. Secara terpisah keduanya mengisahkan proses kesiapan pelaksanaan jambore.

Ketua Panitia Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026 Ida Rotua Siregar, saat mendampingi Pdt Martongo berbincang dengan media, menjelaskan bahwa persiapan pelaksanaan jambore sejak akhir Februari 2026, namun dengan berbagai kesibukan program yang lain, proses kerja panitia jambore lebih intens sejak Maret 2026.

Ida mengemukakan bahwa dalam jambore, anak-anak akan diperkenalkan dengan makanan yang sehat, dan ada edukasi kesehatan untuk hal tersebut yang disampaikan Guru Sekolah Minggu yang juga seorang Dokter.

“Kalau makanan, di jambore ini kita tidak menyediakan makanan fast food, kita sediakan real food, ada juga seminar kesehatan oleh dokter yang kebetulan Guru Sekolah Minggu kami, akan memperkenalkan makanan sehat’ jelas Ida.

Ida yang sebelumnya adalah pengurus Seksi Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati, menyampaikan bahwa panitia menyiapkan Tim Kesehatan dan Dokter siaga yang juga jemaat, yang siap on call datang bila diperlukan. Banyak fasilitas pendukung sudah disiapkan seperti kamar mandi dan WC, termasuk juga tempat untuk membersihkan dan mencuci peralatan makan.

St Dosmauli Napitupulu yang juga turut mempersiapkan pelaksanaan Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026, menambahkan penjelasan bahwa, Parhalado HKBP Kramat Jati turun tangan gotong royong bekerja bakti membantu mempersiapkan toilet dan berbagai fasilitas lainnya, agar jambore dapat berjalan baik.

“Sebelum mengadakan jambore ini, kami sudah melakukan pembersihan, mensterilkan lebih dulu lokasi gereja, baik dalam maupun luar gedung, dan juga lapangan, terlebih kamar mandi. Kami sudah lakukan semprot demam berdarah” terang St. Dosmauli.

Lebih lanjut St Dosmauli menjelaskan bahwa khusus toilet, dua kali dilakukan pembersihan, dan menyiapkan dua tim piket untuk pagi dan malam, yang akan memantau aktivitas penggunaan toilet, agar anak-anak aman dan nyaman.

Kesan Awal ASM Ikut Jambore

Ada dua peserta jambore yang bersedia menceritakan kesan awal mengikuti jambore, yakni peserta putra Nathaniel Putra Alexander Sitompul, siswa Kelas 6 SD Santa Maria Fatima, dan peserta putri Quadragesima Fiennicya Sinaga (Quadra) siswa Kelas 6 Sekolah Bina Gita Gemilang.

Niel demikian nama panggilan peserta putra, mengemukakan bahwa dirinya sudah pernah mengikuti jambore disekolahnya, sehingga semula membayangkan jambore di gereja sama seperti yang dia pernah ikuti, namun ternyata tidak demikian.

“Sebenarnya disekolah sudah pernah beberapa kali ikut Pramuka, retreat, dan jambore juga pernah ikut, tapi belum pernah jambore di gereja. Disini ternyata tendanya besar memanjang, tadinya bayangan saya tenda-tendanya itu banyak dan kecil-kecil, dan juga tadinya aku kira paling sebentar, ternyata sampai 3 malam” ujar Niel.

Sementara Quadra peserta putri, menyampaikan bahwa dirinya senang bisa mengikuti jambore, karena untuk keseimbangan rohani.

“Menurut aku jambore ini seru banget, nge mix, ada kesenangan, keseimbangan rohani, kita bisa lebih dekat dengan Tuhan, dan tetap bisa fun, aku sudah cukup sering jambore, jadi Mama dan Opung tidak terlalu khawatir” ujar Quadra yang cukup fasih berbahasa inggris.

Jambore ASM HKBP Kramat Jati 2026 adalah salah satu dari 4 program HKBP Kramat Jati, yakni Pembekalan Parhalado (telah terlaksana pada Februari 2026), Jambore ASM (sedang berjalan hingga 3 Juli 2026), dan akan dilaksanakan Gondang Naposo dan Remaja, serta Festival Musik. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*