DPP PIKI Adakan Refleksi Awal Tahun 2026, dan Pelantikan Panitia Kongres VII PIKI

Media Trans – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) mengawali rangkaian kegiatan jelang Kongres VII, yang akan dilaksanakan bulan April tahun ini di Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026 bertempat di aula Lembaga Alkitab Indonesia (Bible Center) Lt 9 Jl Salemba Raya No 12 Jakarta Pusat, mengadakan Refleksi Awal Tahun 2026.

Refleksi Awal Tahun 2026 mengangkat tema “PIKI dan Kepedulian Ekologis” dengan Subtema “Bangun Masa Depan dengan Harapan yang Kokoh” (Amsal 23 ayat 18), yang sekaligus merupakan tema kepengurusan periode berikutnya 2025-2030. DPP PIKI dengan tema tersebut menegaskan komitmennya terhadap isu-isu strategis kebangsaan, khususnya persoalan ekologi yang kian mendesak, hal ini masih terkait bencana ekologis yang melanda Sumatera Utara dan berbagai daerah lainnya.

Hadir dalam Refleksi Awal Tahun DPP PIKI, selain Ketua Umum dan Sekjen DPP PIKI, Ketua Dewan Penasihat PIKI Baktinendra Prawiro, Sekjen Lembaga Alkitab Indonesia Sigit Triyono, perwakilan organisasi kecendekiawanan lintas agama, seperti Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) dan Ikatan Sarjana NU (ISNU), perwakilan DPD PIKI, perwakilan DPP GAMKI, dan undangan lainnya.

Ketua Umum DPP PIKI Dr Badikenita Putri Sitepu, yang juga Ketua Komite II DPD RI, menandaskan bahwa melalui refleksi awal tahun, PIKI menempatkan krisis lingkungan sebagai persoalan moral, sosial, dan struktural yang memerlukan keterlibatan aktif kaum cendekiawan.

Narasumber Refleksi

DPP PIKI menghadirkan 7 narasumber dalam 2 sesi Refleksi Awal Tahun, pada sesi pertama 4 orang hadir onsite : Abednego Tarigan, M.Si (Waketum DPP PIKI, purna Deputi II KSP RI), Ketua Umum DPP PIKI Dr. Badikenita Putri Sitepu, Sekjen DPP PIKI Dr. Audy WMR Wuisang, Pdt. Dr. Martin L. Sinaga, dan 2 orang hadir secara online yakni : Pdt. Dr. Victor Rembeth (Dewan Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan Pdt Victor Hamel, Ph.D  (Gereja Kristen Protestan Bali), dengan moderator Dr. Lusiana Idawati Mandalora

Sedangkan pada sesi kedua, narasumber adalah para Ketua DPD PIKI, yakni : Royke Turang (DPD DKI Jakarta), Jupiter Sitorus Pane (DPD Banten), Torkis Siregar (DPD Jawa Barat), dan Prof Johni Numberi (DPD Papua), dengan moderator Dr. Sapta Purba.

Paparan dan pembahasan membahas isu ekologi dari berbagai perspektif, mulai dari teologi, sumber daya alam, hukum, tantangan kebangsaan, hingga arah pengembangan strategis organisasi. Diskusi dikemas dalam dua sesi pemaparan yang berlangsung di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1), serta diikuti secara daring oleh pengurus PIKI dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum DPP PIKI Badikenita Putri Sitepu menyoroti krisis iklim sebagai konsekuensi dari gaya hidup manusia yang eksploitatif, hilangnya kearifan lokal, serta ketergantungan berlebihan pada energi fosil. Melalui narasi bertajuk “Iklim Berkeadilan”, Putri Sitepu menekankan bahwa perubahan iklim tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperdalam ketimpangan sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat pra-sejahtera.

Lebih lanjut Putri Sitepu mengemukakan, “Krisis ekologi berdampak luas, mulai dari meningkatnya bencana alam, gangguan kesehatan, penurunan produksi pangan, hingga tekanan ekonomi yang semakin berat”, untuk itu Ketua Umum DPP PIKI mengajak cendekiawan Kristen untuk mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah melalui kajian ilmiah, advokasi kebijakan, dan penyampaian realitas lapangan secara objektif.

“Krisis iklim menuntut keberanian bersuara, kejernihan berpikir, dan kepekaan terhadap penderitaan sesama. Cendekiawan Kristen dipanggil untuk membela kelompok paling terdampak serta mengawal kebijakan publik agar berkeadilan, manusiawi, dan berkelanjutan,” tutur Putri Sitepu.

“Dinamika perjalan PIKI tahun 2025, dan sampai tahun 2025, dan arah strategis PIKI ke depan dalam perspektif kebangsaan menuju Indonesia Maju Ramah Ekologis. Dinamika perjalanan PIKI ini, dalam perspektif kebangsaan menuju Indonesia Maju Ramah Ekologis, tema besar ini menegaskan komitmen PIKI untuk menjembatani Iman, Ilmu dan Aksi Nyata sebagai kontribusi intelektual kristen bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan” terang Putri Sitepu.

Putri juga menegaskan dengan kepemimpinan intelektual, kolaborasi lintas sektor, serta keberpihakan pada keberlanjutan ekologis, PIKI diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesadaran ekologis, penelitian strategis, dan advokasi kebijakan menuju terwujudnya Indonesia maju yang ramah lingkungan.

Panitia Kongres VII DPP PIKI

DPP PIKI melantik kepanitiaan Kongres VII DPP PIKI, disela-sela rangkaian kegiatan Refleksi Awal Tahun. Ketua Umum Badikenita Putri Sitepu didampingi Sekretaris Jenderal PIKI dan Ketua Dewan Penasihat DPP PIKI juga melantik Panitia Kongres VII PIKI Periode 2025–2030. Simbolik penyerahan SK Panitia menjadi pertanda kepanitiaan resmi bekerja.

Melalui Kongres VII DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu berharap keberlanjutan program organisasi dapat terjaga, khususnya dalam mengawal lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat dan berorientasi ekologis.

“Dengan ini kami secara sah membentuk dan mengesahkan Panitia Kongres VII PIKI periode 2025–2030. Selanjutnya, seluruh kerja persiapan kongres kami serahkan kepada panitia. Kiranya agenda organisasi dapat berjalan dengan baik demi pelayanan PIKI bagi bangsa dan negara,” tuntas Putri Sitepu. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*