RAPIMPROV II 2026 KADIN DKI Jakarta : Sinergi Pengusaha Lokal dan Investor Besar, Pemprov DKI Jakarta Gelar “Mudik Ke Jakarta”

Media Trans KADIN DKI Jakarta melaksanakan RAPIMPROV II pada 9 Maret 2026 bertempat di Hotei Park Hyatt Kebon Sirih Jakarta, dihadiri oleh kurang lebih 300 undangan, yang terdiri dari Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus Lengkap KADIN DKI Jakarta, Ketua – Ketua KADIN Kota Se-DKI lakarta, dan Ketua Organisasi Perusahaan dan Organisasi Pengusaha Anggota Luar Biasa KADIN DKI Jakarta, Peserta dan Peninjau, lnstansi, Mitra Kerja dan juga Undangan lainnya.

Pembukaan RAPIMPROV II Tahun 2026 KADIN DKl.Jakarta, dihadiri sekaligus dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Kapolda, Pangdam Jaya, Kejaksaan Tinggi, Pangarmabar, Pangkoops AU, Walikota se – DKI Jakarta, Instansi Pemprov DKI Jakarta, KADIN lndonesia, Mitra Kerja, Perusahaan BUMN dan Undangan lainnya.

RAPIMPROV II KADIN DKI Jakarta tahun 2026 mengangkat tema “Pengusaha Lokal sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta.” Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie, sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ekonomi Jakarta, demikian keterangan media yang disampaikan panitia.

Sambutan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,21 persen. Sementara itu, kontribusi ekonomi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 16,61 persen.

Kondisi ini menjadi landasan bagi Pemprov DKI Jakarta bersama KADIN untuk memperkuat pelaku usaha lokal melalui dukungan kebijakan dan pembinaan agar mampu bertahan serta berkembang di tengah persaingan usaha.

“Artinya, kontribusi Jakarta sangat besar. Kontribusi Bapak-Ibu sekalian juga besar karena pemain utamanya tentu para pelaku usaha yang tergabung dalam KADIN. Biasanya persoalan utama adalah permodalan. Apakah Pemerintah DKI Jakarta atau melalui Bank DKI bisa membantu? Sebab, kalau tidak, yang berkembang hanya pemain-pemain lama saja,” ujar Gubernur Pramono.

Gubernur Pramono juga mendorong KADIN berperan aktif dalam percepatan pembangunan kota. Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyederhanakan proses birokrasi guna membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan dunia usaha. Dengan demikian, para pengusaha di Jakarta dapat mengembangkan bisnisnya tanpa kekhawatiran terhadap kepastian hukum.

“Pengusaha tidak boleh takut untuk mandiri. Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang. Kepastian hukum dalam berbisnis di Jakarta harus menjadi contoh dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” jelasnya.

Sambutan Ketum KADIN Indonesia

Ketum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan kontribusi ekonomi DKI Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masih sangat besar.

“Kami menyadari bahwa PDB daripada DKI Jakarta itu 16,8 persen daripada PDB Indonesia. Jadi perannya sangat-sangat besar. Apalagi pertumbuhannya juga di atas pertumbuhan nasional di 5,21 persen,” kata Anindya.

Menurutnya, meski pusat pemerintahan negara telah berpindah dari Jakarta, posisi strategis ibu kota dalam perekonomian nasional justru mengalami transformasi ke arah yang lebih modern dan kompetitif.

“Dan ini terlepas bahwa DKI Jakarta sekarang bukan Ibu Kota Negara, tetapi justru terlihat transformasinya menjadi pusat servis industri yang baik,” ujar Anindya.

Arahan Ketum KADIN DKI Jakarta

Sementara itu, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam arahannya saat menyampaikan kata sambutan, menegaskan bahwa penguatan pengusaha lokal memiliki dampak besar bagi perekonomian daerah. Menurutnya, ketika pengusaha lokal tumbuh, dampaknya tidak hanya pada perkembangan bisnis, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi daerah, serta peningkatan penerimaan pajak.

“Ketika pengusaha lokal tumbuh, yang berkembang bukan hanya bisnisnya, tetapi juga lapangan kerja, perputaran ekonomi, dan multiplier effect bagi masyarakat. Seperti ucapan Gubernur agar masyarakat lebih banyak berbelanja di Jakarta dibandingkan di luar negeri. Kalimat itu sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Setiap rupiah yang dibelanjakan di Jakarta akan kembali berputar di Jakarta,” terang Diana Dewi

Diana Dewi juga mengapresiasi para pelaku usaha yang menerapkan kebijakan afirmatif dengan memberikan peluang dan prioritas lebih besar bagi pengusaha lokal dalam berbagai proyek pembangunan di Jakarta, tanpa mengabaikan prinsip persaingan usaha yang sehat.

“Kami berharap Jakarta juga dapat mempertimbangkan kebijakan afirmatif yang memberi ruang dan prioritas bagi pengusaha lokal dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha semakin kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi Jakarta,” pungkasnya.

Talkshow RAPIMPROV

Sebagai bagian dari rangkaian RAPIMPROV, KADIN DKI Jakarta juga menyelenggarakan talkshow strategis yang menghadirkan dialog antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan dunia usaha guna merumuskan kebijakan yang mendukung pengusaha lokal.

Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta Ir. Suharini Eliawati, M.Si, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Hj. Yuke Yurike, ST., MM, serta Kepala Institute of Advanced Studies in Economic and Business (ASEB) Universitas Indonesia Dr. Turro Seltris Wongkaren, SE, MA.

Diskusi ini membahas berbagai perspektif kebijakan, regulasi, serta inovasi ekonomi daerah yang dapat memperkuat posisi pengusaha lokal tanpa mengabaikan prinsip persaingan usaha yang sehat.

“Jakarta tidak kekurangan investor. Tapi Jakarta harus memastikan pengusahanya sendiri ikut naik kelas dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kota ini. Kami ingin pengusaha lokal menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” tegas Diana Dewi.

Menurut Diana Dewi, sinergi antara pengusaha lokal dan investor besar dapat menciptakan multiplier effect yang lebih luas, mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan ekosistem UMKM dan industri kecil menengah.

Pemprov DKI Jakarta Program Khusus Lebaran

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan strategi untuk mendongkrak ekonomi Ibu Kota menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggagas program khusus bertajuk “Mudik ke Jakarta”, sebuah kampanye yang mendorong masyarakat justru datang dan berbelanja di Jakarta saat libur Lebaran.

Program tersebut disampaikan Pramono saat membuka RAPIMPROV II KADIN DKI Jakarta Tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta ingin menghadirkan konsep berbeda dengan menjadikan Jakarta sebagai tujuan aktivitas ekonomi selama periode libur Idul Fitri.

Pemprov DKI Jakarta pun menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi, termasuk insentif pajak dan program diskon besar-besaran di berbagai pusat perbelanjaan. Pemerintah juga akan menggelar kompetisi diskon bagi pusat perbelanjaan, hotel, hingga pusat pertokoan di Jakarta untuk menarik minat masyarakat berbelanja selama libur Lebaran.

Apresiasi ALB KADIN DKI Jakarta

GABPEKNAS DKI Jakarta yang merupakan Anggota Luar Biasa KADIN DKI Jakarta, turut ambil bagian dalam RAPIMPROV II KADIN DKI Jakarta. Hadir mewakili GABPEKNAS DKI Jakarta Mulyadi Guntur, Bobby Tambunan, dan Luhanri Lukas.

GABPEKNAS DKI Jakarta mengapresiasi RAPIMPROV II 2026 KADIN DKI Jakarta, dan mengharapkan Gubernur atau Pemda Jakarta berkenan mendukung usaha UMKM, khususnya usaha jasa konstruksi yang berkantor dan beralamat usaha di jakarta, dapat dipercaya Pemda Jakarta sebagai bentuk penghormatan kepada nilai kearifan lokal, guna mendapatkan pekerjaan guna keberlangsungan usahanya, dan berdasar referensi asosiasi badan usaha ditingkat Provinsi DKI Jakarta.

“Selamat kepada Ibu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta telah berlangsungnya RAPIMPROV II dengan ketetapan-ketetapannya yang didapat dari proses demokrasi” tutup GABPEKNAS DKI Jakarta. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*