Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia, Halal Bihalal dan Peluncuran Buku Vita Soemarno “Unlock Potensi Dirimu”

Media Trans – Di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan tantangan sosial yang semakin kompleks, Indonesia menghadapi kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi karakter bangsa. Arus informasi yang masif, perubahan nilai, serta melemahnya keteladanan di ruang publik menjadi sinyal bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus ditopang oleh kekuatan karakter dan jati diri bangsa.

Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia menyelenggarakan peluncuran buku “Unlock Potensi Dirimu” yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus strategis dalam meneguhkan kembali pentingnya pembangunan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan dikoordinir oleh Ketua Panitia Niken W. Wulansari.

Buku “Unlock Potensi Dirimu”, penulis Vita Soemarno, diterbitkan Litera Mediatama, Maret 2026 dengan tebal 200 halaman.  Buku ini dibagi menjadi lima bagian gagasan yang bernas. Diawali bab Menemukenali diri sendiri.  Karakter dan berkarakter serta  membangun karakter. Dilanjutkan telaah Menetapkan tujuan hidup. Ditutup dengan refleksi tentang hidup bermakna. Buku ini hadir sebagai panduan inspiratif dan aplikatif dalam membantu individu menemukan jati diri, mengembangkan potensi, serta membangun karakter yang kuat dan berintegritas.

Tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga pendekatan praktis dalam membentuk kesadaran diri, tanggung jawab, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Buku ini merupakan karya ke-8 dari Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia.

Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia memiliki visi untuk menemukenali jati diri dan membangun karakter anak bangsa, guna memantapkan dan mengembangkan identitas nasional yang berlandaskan Pancasila. Melalui misi menumbuhkembangkan kesadaran, keteladanan, serta pemberdayaan masyarakat, yayasan berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita membutuhkan lebih banyak pribadi berkarakter. Pembangunan karakter adalah fondasi utama keberlanjutan bangsa. Tanpa karakter, kemajuan hanya akan bersifat semu dan rapuh. Nilai-nilai seperti integritas, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus dihidupkan kembali dalam praktik kehidupan sehari-hari. Tanpa karakter, kemajuan hanya akan melahirkan krisis baru.

Karena itu, “Unlock Potensi Dirimu” bukan sekadar buku, melainkan ajakan untuk menyalakan kesadaran bersama: bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas manusia yang berkarakter besar, yang mampu menjaga arah di tengah perubahan zaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif bahwa pembangunan karakter bukan hanya tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki ketahanan pribadi, ketahanan keluarga, serta ketahanan nasional. Generasi yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga mampu menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan nyata.

Sebagai langkah nyata dari komitmen tersebut, Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia sejak tahun 2025 yang lalu telah meluncurkan program berkelanjutan “Gerakan Indonesia Berkarakter”. Program ini dirancang sebagai gerakan kolektif lintas sektor yang mendorong internalisasi nilai, penguatan keteladanan, serta pemberdayaan masyarakat dalam membangun karakter bangsa secara sistematis dan berkelanjutan.

Melalui edukasi, kolaborasi komunitas, dan penguatan ekosistem sosial, gerakan ini diharapkan menjadi katalis perubahan nyata, menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Peluncuran buku “Unlock Potensi Dirimu” adalah salah satu dari program Gerakan Indonesia Berkarakter.

Peluncuran buku “Unlock Potensi Dirimu” bukan sekadar penerbitan karya, melainkan momentum gerakan moral untuk membangkitkan kembali karakter bangsa, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga integritas sebagai kunci menuju masa depan yang bermartabat.

*Kami berharap terwujud ruang dialog dan peran strategis antara media, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat narasi pembangunan karakter sebagai agenda nasional. Dengan sinergi dan komitmen bersama, Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang tidak hanya maju, tetapi juga bermartabat” demikian keterangan pelaksana kepada media.

Profil Penulis

Dr. Ir. Vita Deviari Damalita Soemarno, MM, lahir di Bandung pada tanggal 10 Februari 1965. Merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dengan dua adik, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan. Seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga universitas ditempuh di Jakarta. Berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S-3.

Pada tanggal 1 Mei 1993, menikah dengan E. Batara Manurung. Dari pernikahan tersebut, dikaruniai sepasang anak: Shavira Mayola Manurung (yang telah menikah dengan Yizreel Alexander Sianipar) dan Joshua Ari H. Manurung (yang telah menikah dengan Ayu Nadira). Saat ini, Vita telah menjadi oma dari cucu pertamanya, Elijah Luca Sianipar.

Sejak tahun 2002, Vita aktif sebagai relawan di Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia dan kini menjabat sebagai Sekretaris Umum yayasan tersebut. Pada tahun 2021, la dipercaya sebagai tenaga profesional Bidang Kepemimpinan Nasional di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)

Sejak tahun 1998, ia berkecimpung dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan karakter. Sampai sekarang konsisten dalam bidang tersebut. Saat ini tercatat sebagai tenaga profesional di Lemhannas RI, Sekjen Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia, hingga relawan di berbagai organisasi sosial lainnya.

Komentar Para Tokoh

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode tahun 2000-2002.

Pembukaan UUD 1945 menegaskan peran negara dalam membangun sistem dan karakter bangsa, tetapi krisis moral justru menguat. Di tengah kelalaian ini, buku Vita Soemarno hadir sebagai pengingat tujuan, yakni pembangunan karakter.

Prof. Dr. Achmad Husen, M.Pd, Ketua Dewan Pakar Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia, juga Gurubesar UNJ.

Buku Unlock, Potensi Dirimu! karya Vita Soemarno menggambarkan dedikasinya dalam membantu generasi muda mengenali dan mengembangkan potensi diri melalui pembentukan karakter.

Buku ini menjadi upaya nyata untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia berkarakter yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Marsda Andi Wijaya, S.Sos, Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Udara.

“Unlock, Potensi Dirimu! bukan sekadar buku pengembangan diri, melainkan ajakan untuk hidup lebih sadar dan berdampak.”

Orie Andari, Pembina Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia.

Semoga buku ini membangkitkan kesadaran generasi muda akan potensi dirinya untuk tampil sebagai trendsetter dalam kompetisi global demi kemajuan Indonesia.

Laksmana Muda TNI (Purn.) Budi Kalimantoro, Ketua Umum Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia

Buku ini relevan dengan kondisi masa kini, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang disertai menurunnya pendidikan karakter serta perubahan gaya hidup yang mengikis nilai-nilai luhur seperti gotong royong, sekaligus mendorong hedonisme dan individualisme.

Sejumlah tokoh purnawirawan, Alumni Lemhannas, dan mantan pejabat hadir, sepeeti EE Mangindaan, dan Anindya Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia, yang turut hadir, karena kedekatan dengan keluarga Vita Sumarno, yakni saat muda pernah menjadi murid sekolah tenis Yolanda Soemarno (Ibunda Vita Soemarno).

Vita Soemarno menegaskan bahwa selama ini Indonesia cenderung membangun fisik, sementara karakter bangsa perlu mendapat perhatian lebih serius. Utamanya bagi generasi masa kini, Vita Soemarno menjelaskan bahwa pembangunan karakter bangsa, harus menjadi tanggung jawab bersama, dalam rangka itulah dirinya terdorong melahirkan buku yang membicarakan pentingnya pembangunan karakter. (DED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*